Keutamaan dan Pengamalan BIRRUL WALIDAIN (2)



Kontributor: Ria Florensia - Allah telah menjelaskan di dalam firman-Nya, bahwasannya Allah wasiat kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya (BIRRUL WALIDAIN)

Adapun praktek BIRRUL WALIDAIN, yaitu

1. Berkata yang mulia, baik Dan lemah lembut

وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan berkatalah kepada keduanya dengan Mulia

2. Merendah, Hina, ashor, kepada kedua org tua

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ
Merendahkanlah sayap ashor mu kepada kedua orang tua Karena kasih sayang

3. Mendoakan kebaikan dan pengampunan kepada orang tua

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan berdoalah : ya Allah sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana engkau menyayangi kepada sewaktu kecil

4. Tidak berkata yang kasar, merendahkan suara

اما يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya.

Kita bersyukurlah kepada kedua orang tua, Karena merekalah yg telah meramut kita dari Masih didalam perut ibu. Terutama ibu kita yang telah mengandung Kita dengan begitu beratnya.

Lukman berwasiat mengenai berbakti pada orang tua. Di dalam nasehat tersebut disampaikan alasan kenapa kita mesti berbakti pada orang tua. Karena kesusahan yang dihadapi oleh ibu ketika mengandung hingga menyapih, maka sudah pantas kita membalas kebaikannya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14)

INI ADALAH PERINTAH ALLAH SEBAGAI PENCIPTA KITA

SEBALIKNYA

Menyakiti kedua orang tua adalah

1. Perbuatan dosa besar setelah syirik

Sesuai hadist didalam S.bukhori

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ قُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ
 Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang termasuk dari dosa besar? Kami menjawab; "Tentu wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua."

2. Allah mengharamkan menyakiti kedua orang tua

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ

Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua

Banyaklah bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. Karena doa orang tualah yang membuat kita selamat dan sukses didunia dan diakhirat.

Kalau Kita ingin selamat dan sukses dunia akhiratnya, maka perbaiki dahulu hubungan kita dengan orang tua kita.

You Might Also Like

0 comments